Analisis dan Deliniasi Alterasi Mineral berbasis Citra Satelit metoda Thresold
DOI:
https://doi.org/10.65706/gm.v3i1.48Kata Kunci:
Panas bumi, Patuha, alterasi hidrotermal, SWIR, Landsat 8, threshold statisticAbstrak
Identifikasi zona alterasi hidrotermal merupakan tahapan penting dalam eksplorasi panas bumi dan mineralisasi epiterma. Penelitian ini bertujuan mendelineasi zona alterasi di kompleks vulkanik Gunung Patuha, Jawa Barat, menggunakan citra satelit Landsat 8 berbasis rasio SWIR1/SWIR2 (Band 6/Band 7). Pendekatan statistik Mean ± Standar Deviasi (μ ± σ) diterapkan untuk menentukan threshold klasifikasi secara objektif. Analisis raster rasio kontinu menghasilkan nilai rata-rata (μ) sebesar 2,323 dan standar deviasi (σ) sebesar 0,282, dengan distribusi yang sedikit miring ke kiri (skewness = −1,485) dan kurtosis sebesar 3,017 (leptokurtik). Berdasarkan pendekatan tersebut diperoleh empat kelas alterasi, yaitu batuan segar (<2,041), alterasi lemah (2,041–2,323), alterasi sedang (2,323–2,606), dan alterasi kuat (>2,606). Hasil klasifikasi menunjukkan bahwa alterasi sedang mendominasi 53,95% wilayah penelitian (±11.377 ha), sedangkan alterasi kuat menempati 7,67% (±1.618 ha). Analisis histogram dan Cumulative Distribution Function (CDF) memperlihatkan konsistensi antara distribusi empiris piksel dengan batas statistik μ ± σ. Temuan ini menegaskan bahwa metode threshold berbasis distribusi piksel bersifat objektif, replikatif, dan efektif untuk pemetaan regional sistem hidrotermal pada wilayah vulkanik.
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Journal PEP Bandung

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

